Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Ekonomi Mikro, Sejarah dan Fokus Kajian

Dalam kajian ekonomi, kita mengenal adanya kajian ekonomi mikro dan kajian ekonomi makro. Pada artikel kali ini, kita akan fokus membahas terkait kajian ekonomi mikro, mulai dari pengertiannya, sejarah serta fokus kajian yang dibahas dana ekonomi mikro. 

Pengertian Ekonomi Mikro, Sejarah dan Fokus Kajian

Sejarah Ekonomi Mikro

Sejarah ekonomi mikro berawal dari perkembangan ilmu ekonomi modern. Ekonomi modern ditandai dari era pemikiran Adam Smith (1723-1790) ketika ia meluncurkan pemikirannya dalam buku berjudul “An Inquiri into the Nature and Causes of Wealth of Nations” atau yang populer dengan “the Wealth of Nations” pada 1776.

Momentum tersebut membangkitkan analisis ilmu ekonomi degnan nuansa baru, yakni menggunakan dasar-dasar ilmiah, tanpa Teori Moral dan Teologis. Dasar-dasar ilmiah yang digunakan dalam kajian ekonomi sejak saat itu banyak membahas gejala-gejala ekonomi seperti kenaikan harga barang dan pengangguran dengan mempertimbangkan gangguan keseimbangan sistem ekonomi.

Konsep yang berkembang dan dipercaya masyarakat saat itu adalah segala permasalahan ekonomi akan teratasi apabila ekonomi dikembalikan pada kondisi keseimbangan. Tapi, kita tidak perlu melakukan upaya apa pun untuk mengarahkan ekonomi pada kondisi keseimbangan. 

Ini karena aktivitas ekonomi dianggap layaknya alam semesta yang telah berjalan secara teratur. Jadi, sistem ekonomi pun juga memiliki kemampuan memulihkan dirinya sendiri (Self Adjustment) dengan keberadaan kekuatan pengatur yang tak tampak, yang dikenal dengan sebutan Invisible Hands atau tangan-tangan tak kelihatan. Invisible hands adalah mekanisme pasar.

Pasar mempunyai mekanisme alokasi sumber daya ekonomi yang berjalan dengan landasan interaksi kekuatan demand dan supply. Interaksi inilah yang mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien. Jadi, pemerintah TIDAK PERLU IKUT campur dalam perekonomian.

Kajian ini juga didukung oleh Hukum Say yang dicetuskan Ekonom Perancis, Jean Baptiste Say (1767-1832), bahwa “Supply creates it’s own demand”. Hukum ini menekankan bahwa barang dan jasa yang diproduksi, pasti terserap permintaan sampai pada akhirnya tercapai keseimbangan pasar. Pasar, tanpa harus diatur, mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien lewat proses pertukaran (Exchange Economics).

Inilah yang menggeser kajian ekonomi yang semula berfokus pada tindakan negara, menjadi tindakan pasar dan pelaku ekonomi yang sifatnya individu. Sejak pemikiran-pemikiran ini, teori ekonomi mikro terus berkembang. Ide-ide dan asumsi baru, mendukung maupun menentang asumsi pemikiran Adam Smith terus bermunculan. Hingga saat ini, kita mengenal kajian ekonomi mikro dengan berbagai pemikiran baru.

Tokoh Ekonomi Mikro

Perkembangan ekonomi mikro mendapat kontribusi dari para ahli ekonomi. Beberapa ahli ekonomi yang banyak membahas serta mencurahkan pemikiran dalam perkembangan teori ekonomi mikro selain Adam Smith adalah Leon Walras dari Austria, Vilfredo Pareto dari Italia, dan Edward Hastings Chamberlin dari Inggris.

Asumsi Dasar Ekonomi Mikro

Kajian ekonomi modern selanjutnya terus memunculkan ilmu ekonomi mikro dengan fokus pembahasan ekonomi yang mengarah pada perilaku individu dan bukan negara. Inilah yang membuat kajian ekonomi tersebut disebut sebagai ekonomi mikro atau pada lingkup yang lebih kecil/ sempit. Dapat disimpulkan, pemikiran para ekonom Klasik meliputi :

  1. Alokasi sumber daya yang efisien dapat tercapai ketika individu-individu dalam perekonomian telah mencapai efisiensi.
  2. Indikator telah terjadi efisiensi adalah jika masing-masing individu telah berada dalam keseimbangan.
  3. Efisiensi dan keseimbangan bisa dianalogikan sebagai dua muka uang logam, yang berarti efisiensi tidak akan tercapai tanpa adanya keseimbangan. Begitu pula tidak ada keseimbangan yang tidak efisien, karena kedua ini dapat dicapai berbarengan hanya melalui mekanisme pasar.

Para Ekonom Klasik menekankan fokus kajian mereka pada mekanisme pasar yang didasari asumsi-asumsi pada Ekonomi Mikro. Berikut adalah asumsi dasar ekonomi mikro:

  1. struktur pasar yang dianggap sebagai bentuk persaingan sempurna,
  2. informasi yang ada telah simetris dan sempurna,
  3. input dan output bersifat homogen,
  4. para pelaku ekonomi bersifat rasional dan masing-masing bertujuan untuk memaksimumkan kegunaan atau keuntungan.

Pengertian Ekonomi Mikro

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah ilmu yang mempelajari cara-cara rumah tangga dan perusahaan dalam membuat keputusan dan berinteraksi pada pasar (Mankiw, 2006).

Pengertian ekonomi mikro juga bisa dipahami sebagai ilmu ekonomi dengan pendekatan terkait besaran-besaran ekonomi menggunakan besaran-besaran secara kelompok atau secara individual. Seperti analisis keseimbangan konsumsi dan sebagainya. Analisis ekonomi mikro juga sering disebut sebagai analisis harga pasar atau teori harga (Ahman & Rohmana, 2009: 18).

Fokus Kajian Ekonomi Mikro

Setelah mengetahui sejarah, asumsi dasar dan pengertian ekonomi mikro, kita bisa menyimpulkan beberapa fokus kajian ekonomi mikro, berupa :

  1. bagaimana individu mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya
  2. bagaimana individu mencapai kepuasan yang maksimum

Ekonomi mikro banyak mengulas cara-cara individu menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tingkat kepuasan optimum. Diasumsikan bahwa tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimum, akan dapat menciptakan keseimbangan dalam skala makro bersama dengan individu lain, dengan asumsi ceteris paribus (keadaan tetap).

Teori ekonomi mikro juga membahas mengenai harga, sehingga juga sering diasumsikan dalam Price Theory (teori harga). Teori ekonomi mikro mempelajari tentang harga, berupa gerak-gerik harga, cara-cara harga ditetapkan dan akibat-akibat yang ditimbulkan perubahan dan penentuan harga. Kajian harga ini meliputi harga-harga output, juga pada harga-harga input.

Manfaat Kajian Ekonomi Mikro

Kajian ekonomi mikro sangat bermanfaat bagi para pelaku ekonomi. Kita bisa memahami tentang bagaimana individu/ pribadi dalam mengelola finansial, keuangan dan mengoptimalkan keuntungan. Dengan mempelajari ekonomi mikro, kita juga bisa belajar melakukan penghematan (efesiensi) dalam penggunaan SDA, termasuk ketika SDA yang dimiliki terbatas. 

Manfaat lain, kita juga dapat memahami cara-cara mencapai kepuasan maksimum dalam penggunaan SDA yang terbatas. Berbagai manfaat ini bisa dinikmati ketika kita memahami dan mendalami kajian ekonomi mikro. 

Referensi :

  • Ahman, Eeng dan Yana Rohmana. 2009. Konsep-Konsep Dasar Ilmu Ekonomi-Modul 1. Dalam repository.ut.ac.id.
  • Pracoyo, Tri Kunawangsih dan Antyo Pracoyo. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta : PT Grasindo.
  • Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta : Rajawali Pers.
  • Wahana, Jaka dan Kirbrandoko. 1995. Pengantar Mikro Ekonomi Jilid I, Terj. Jakarta : Binarupa Aksara.
  • Zaini Ibrahim. 2013. Pengantar Ekonomi Makro. Banten : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. 1, edisi Revisi.