Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembagian Ilmu Ekonomi dan Cabang-Cabangnya

Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu yang paling banyak dipelajari. Ilmu ekonomi mempunyai akar pada ilmu filsafat sosial. Para filsuf banyak membahas perekonomian, salah satunya tentang keadilan pemerataan.  Di dalamnya, ilmu ekonomi sendiri menjadi suatu bidang ilmu pengetahuan yang memiliki objek pembahasan sangat luas.

Objek ilmu ekonomi yang luas membuat ilmu ekonomi masih harus dibagi-bagi lagi dalam beberapa cabang ilmu. Beberapa cabang ilmu ekonomi seperti ekonomi moneter, ekonomi industri, ekonomi internasional, ekonomi politik, ekonomi publik, ekonomi kependudukan atau ekonomi sumber daya manusia, dan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan.

Untuk memudahkan pemahaman dalam ilmu ekonomi, para tokoh ekonomi membagi ilmu ekonomi dalam beberapa bagian luas. Alfred W. Stoiner dan Douglas C. Hagues, adalah dua tokoh ekonomi yang berusaha mengkategorikan ilmu ekonomi ini dalam tiga bagian besar.

Tiga pembagian ilmu ekonomi ini meliputi: ilmu ekonomi deskriptif atau descriptive economics, ilmu ekonomi teori atau economic theory, dan ilmu ekonomi terapan atau applied economis. Berikut penjelasan pembagian ilmu ekonomi.

  1. Ilmu ekonomi deskriptif atau descriptive economics, adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana individu mengumpulkan semua kenyataan yang penting berhubungan dengan suatu persoalan ekonomi atau topik tertentu. Contoh ilmu ekonomi deskriptif yaitu sistem pertanian, dan perkembangan sektor industri tertentu.
  2. Ilmu ekonomi teori atau economic theory atau analisis ekonomi yang berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan sebab dan akibat, dan cara kerja sistem perekonomian.
  3. Ilmu ekonomi terapan atau applied economics, merupakan di mana individu menggunakan kerangka pengertian dari analisis ekonomi teori untuk merumuskan kebijakan – kebijakan, pedoman – pedoman, atau standar yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu. Hal tersebut berarti lebih bersifat praktis dengan menerapkan pengertian ekonomi pada bidang – bidang atau masalah – masalah tertentu.

Pada ilmu ekonomi teori, masih dibagi lagi ke dalam dua cabang besar menurut lingkupannya, yaitu ekonomi makro dan ekonomi mikro. Istilah mikro dan makro menurut bahasa Yunani, berarti kecil dan besar. Berikut penjelasannya:

  1. Ekonomi makro mempelajari kehidupan ekonomi nasional sebagai suatu keseluruhan atau pada tingkat nasional dengan persoalan – persoalan yang menyangkut persoalan seluruh bangsa. Persoalan tersebut antara lain produk dan pendapatan nasional, pembelanjaan masyarakat, tingkat harga, dan perkembangan kredit bank dan laju inflasi.
  2. Ekonomi mikro mempelajari secara khusus tentang bagian – bagian, seperti keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber – sumber daya ekonomi atas berbagai kemungkinan produksi dengan menganggap bahwa tingkat pendapatan nasional tertentu.

Seiring perkembangannya, ternyata muncul cabang ilmu ekonomi yang dianggap penting dalam ilmu ekonomi teori yaitu ekonomi madya. Ekonomi Madya merupakan ilmu ekonomi yang menyangkut kegiatan sektoral dan regional.

Ada juga pembagian ilmu ekonomi positif yang merupakan ilmu ekonomi yang berdasarkan pada fakta – fakta, kenyataan, lingkungan, dan hubungan dalam perekonomian, dan mengutarakan apa adanya.

Selain itu, juga terdapat ilmu ekonomi normatif, merupakan ilmu ekonomi yang berdasarkan atas suatu penilaian atau value judgement dengan mengajukan pandangan atau pernyataan – pernyataan tentang apa atau bagaimana tentang yang sebaiknya atau seharusnya terjadi atau what ought to be.

Pengetahuan tentang ekonomi merupakan hal penting dan dibutuhkan oleh setiap individu. Permasalahan ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan perorangan, kehidupan keluarga, bangsa dan negara bahkan dunia internasional. Dengan memahami ilmu ekonomi, seseorang akan mampu bersikap bijak dalam keuangan atau finansialnya.

Pada dasarnya, ilmu ekonomi justru bukan menyarankan tujuan yang materialistik dan tidak mengajarkan orang untuk mengejar kenikmatan atau kekayaan atau menjadi materialistik. Ilmu ekonomi hanya menunjukkan bahwa jika seseorang ingin mencapai sesuatu, tentu ada pengorbanannya, dan jika ingin menggunakan sumber – sumber daya yang langka dengan sebaik mungkin, orang harus mampu membuat pilihan secara tepat. 

Ilmu ekonomi pada dasarnya memiliki sifat netral. Dengan memanfaatkannya, individu dapat berpikir secara rasional dan bijaksana. Muara tujuannya adalah untuk mempertimbangkan dengan matang tentang bagaimana jalan dan apa sarana – sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Referensi:

  1. Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta: Kanisius.
  2. Case, K.E., dan Fair, R. C. 2007. Prinsip – Prinsip Ekonomi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
  3. Widjajanta, B dan Widyaningsih, A. 2007. Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas X SMA/ MA. Bandung: Citra Praya.
  4. Pracoyo, T. K. dan Pracoyo, A. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.
  5. Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.