Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perdagangan Internasional: Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat

Perdagangan internasional semakin ramai ketika dunia memasuki era globalisasi. Namun, perdagangan internasional bukanlah hal yang mudah dijalankan. Dalam interaksi perdagangan internasional, terjadi kompleksitas yang lebih dibanding perdagangan dalam negeri. Meski begitu, banyak pihak tertarik melakukan perdagangan internasional karena potensi keuntungan yang besar. 

Perdagangan internasional sebetulnya telah berlangsung lama. Sejak zaman kuno, banyak orang yang telah menjalankan perdagangan internasional, meski membutuhkan waktu dan perjalanan panjang. Orang -orang dari Mesir, Yunani, Romawi, Phunesia adalah pihak-pihak yang dulu terkenal rajin melakukan perdagangan lintas negara. Selanjutnya, bangsa -bangsa Spanyol, Portugal, Belanda dan Inggris dan berbagai bangsa lain pun mulai banyak yang juga melangsungkan perdagangan internasional.

Perdagangan Internasional: Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat

Pengertian Perdagangan Internasional

Pengertian perdagangan internasional adalah terjadinya transaksi dagang antara subyek ekonomi satu negara dengan subyek ekonomi negara lain, baik dalam transaksi barang ataupun jasa.

Subyek ekonomi dapat berupa penduduk yang terdiri dari warga negara biasa, perusahaan ekspor, perusahaan impor, perusahaan industri, perusahaan negara maupun departemen pemerintah. Berbagai pihak inilah yang dapat terlibat dan melakukan transaksi dalam skema perdagangan internasional.

Faktor penghambat perdagangan internasional

Perdagangan internasional memiliki hambatan -hambatan tersendiri. Amir M.S, berpendapat bahwa perdagangan internasional lebih rumit dan kompleks dibandingkan perdagangan dalam negeri.

Faktor penghambat pelaksanaan perdagangan internasional, misalnya:

  1. batas-batas kenegaraan yang memisahkan pembeli dan penjual
  2. peraturan-peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
  3. perbedaan-perbedaan antar subyek ekonomi, seperti bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya di masing-masing negara.

Manfaat perdagangan internasional

Meski rumit dan kompleks, perdagangan internasional banyak diminati karena potensi keuntungannya yang besar. Bagi individu, perusahaan maupun negara, perdagangan internasional bisa memberi manfaat tersendiri. Sadono Sukirno, menyatakan manfaat perdagangan internasional, sebagai berikut:

1) Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri

Perbedaan kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan hal lain dari satu negara dan negara lain, menghasilkan perbedaan hasil produksi dari suatu negara dengan negara lain. Suatu negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri dengan melakukan perdagangan internasional.

2) Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Suatu negara dapat mengadakan spesialisasi produksi dan perdagangan internasional, sehingga dapat mengefisiensi faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara, serta menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi di dalam negeri.

3) Memperluas pasar dan menambah keuntungan

Para pengusaha dapat menjalankan mesin-mesin produksinya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut ke luar negeri sehingga terjadi keuntungan optimal.

4) Transfer teknologi modern

Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara mempelajari teknik produksi yang lebih efisien dan cara-cara manajemen yang lebih modern dengan memanfaatkan transfer teknologi.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor produksi dan efisiensi produksi yang dikembangkan oleh suatu perusahaan memungkinkan adanya surplus barang. Jika pasar nasional telah cukup mendapat pasokan hasil produksinya, maka perusahaan dapat menjual produk yang dihasilkan ke luar negeri.

Perdagangan internasional juga membuat perusahaan dapat lebih optimal dalam dalam memanfaatkan faktor-faktor produksinya. Ini memunculkan adanya spesialisasi dan keunggulan absolut (absolut advantage), keunggulan komparatif (comparative advantage), dan keunggulan kompetitif (competitive advantage). 

Ketiga hal inilah yang dapat mendorong berkembangnya perdagangan internasional sehingga dapat memberi keuntungan bagi semua pihak.

Berikut adalah beberapa faktor pendorong perdagangan internasional:

  1. Perbedaan faktor Alam atau Potensi Alam masing -masing negara
  2. Upaya memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri, yang tidak bisa atau sulit dipenuhi dari dalam negeri saja.
  3. Perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
  4. Keinginan untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
  5. Kelebihan produk di dalam negeri sehingga memerlukan pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  6. Perbedaan kondisi geografis, seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk dan sebagainya sehingga menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  7. Kesamaan selera terhadap suatu barang.
  8. Keinginan untuk membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  9. Saling ketergantungan akibat era globalisasi sehingga membuat negara-negaratidak dapat hidup sendiri.

Sumber :

  1. Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Jakarta: Erlangga.
  2. Reed, Michael R, Ratya Anindita. 2008. Bisnis dan Perdagangan Internasional. Yogyakarta: Andi Offset.
  3. Yusdja, Yusmichad. 2004. Tinjauan teori perdagangan internasional dan keunggulan komparatif. Bogor: Forum Penelitian Agro Ekonomi Volume 22.