Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Audit Pemasaran: Pengertian, Tujuan, Bentuk, hingga Tahap Auditing

Dalam setiap usaha, pemasaran adalah hal penting. Pemasaran yang baik membutuhkan rencana pemasaran strategis secara tertulis. Dengan rencana pemasaran strategis, perusahaan dapat mengarahkan pengambilan keputusan operasional secara lebih terarah. Dalam rencana pemasaran strategis inilah dibutuhkan adanya audit pemasaran. 

Apa itu audit pemasaran? Bagaimana bentuk, tujuan, tahap auditing serta siapa dan kapan harus dilakukan audit pemasaran? Simak dalam artikel ini.

Audit Pemasaran: Pengertian, Tujuan, Bentuk, hingga Tahap Auditing

Pengertian audit pemasaran

Pengertian audit pemasaran adalah tinjauan formal dan sistematis yang terdapat dalam strategi dan rencana pemasaran yang diambil oleh suatu perusahaan.

Audit pemasaran dapat dilakukan secara eksternal oleh auditor independen dan dapat juga dilakukan secara internal oleh bagian pemasaran.

Arti pengauditan sendiri adalah menguji catatan dan prosedur serta mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan, dalam organisasi, dan di antara organisasi dengan pemasoknya.

Tujuan audit pemasaran

Tujuan audit pemasaran secara khusus adalah melihat seberapa baik perusahaan dalam menerapkan konsep pemasarannya, serta menciptakan nilai bagi konsumennya dalam tingkat laba.

Dengan audit pemasaran atau marketing audit, manajemen dapat melihat jauh di luar ramalan penjualan dan peramalan pangsa pasar sehingga perusahaan pun bisa lebih berkembang.

Arti Penting Audit Pemasaran

Tidak setiap perusahaan menerapkan audit pemasaran. Sebab, seringkali mereka berpikir bahwa audit pemasaran ini bukanlah sesuatu hal yang penting dan mendesak.

Kebutuhan akan audit seringkali tidak muncul sebelum segala sesuatunya telah berubah menjadi salah. Artinya, sebelum suatu masalah terlihat, maka kebanyakan perusahaan tidak sadar akan pentingnya audit.

Ketika tanda -tanda akan terjadinya masalah muncul, seperti terjadi penurunan penjualan, penurunan laba, berkurangnya pangsa pasar, kapasitas produksi yang tidak bisa terpakai maksimal dan lainnya, maka pihak manajemen baru mulai mencoba memperbaiki gejala -gejala yang salah tersebut.

Mereka akan berusaha untuk menurunkan harga, memperkenalkan produk baru, menarik produk yang bermasalah, reorganisasi tenaga penjualan, melakukan pemotongan biaya atau pun upaya lain.

Untuk mengembalikan performa perusahaan, permasalahan harus dengan tepat didefinisikan. Dalam hal inilah, audit merupakan cara yang tepat untuk membantu mendefinisikannya.

Secara sederhana, audit adalah suatu pendekatan yang terstruktur untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi dan data dalam lingkungan bisnis yang rumit serta merupakan suatu prasyarat penting dalam memecahkan suatu masalah.

Bentuk Bentuk Audit

Bentuk audit terdapat dua macam, yakni audit eksternal dan audit internal.

1) Audit eksternal (external audit)

Audit eksternal berhubungan dengan variabel yang tidak dapat dikontrol langsung oleh perusahaan, seperti misalnya variabel lingkungan, pasar dan persaingan.

Audit eksternal dimulai dengan suatu pengujian informasi mengenai keadaan ekonomi secara umum, dan dilanjutkan dengan pandangan terhadap kesehatan pertumbuhan pasar yang dilayani oleh pihak perusahaan.

2) Audit internal (internal audit)

Audit internal berhubungan dengan variabel -variabel yang dapat dikontrol secara penuh oleh perusahaan. Variabel ini disebut sebagai variabel operasional atau operational variables.

Tujuan audit internal adalah untuk mengukur atau menilai sumber daya organisasi yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya pesaing.

Tahap-Tahap Dasar Proses Auditing

Dalam proses auditing, ada tahap -tahap dasar yang harus dilakukan. Berikut ini adalah tahap -tahap dasar proses auditing:

1) Identifikasi, pengukuran, pengumpulan, dan analisis terhadap semua fakta dan pendapat yang mempengaruhi permasalahan perusahaan.

2) Penggunaan penilaian (judgment) untuk hal -hal yang tetap masih tidak jelas, sampai analisis awal selesai dilakukan.

Kapan dan Siapa yang Melakukan Audit Pemasaran?

Pemasaran adalah suatu fungsi yang rumit. Karenanya, dalam audit pemasaran sangat perlu mewujudkan suatu analisis secara menyeluruh, paling tidak setahun sekali, yang dilakukan di awal siklus, yakni terhadap perencanaan.

Perusahaan yang berhasil melakukan audit pemasaran secara tepat, maka akan dapat menggunakan informasi, prosedur kontrol dan penelitian pemasaran yang normal di sepanjang tahunnya.

Selain itu, melaui siklus perencanaan yang baik, maka setiap tahun dapat dilakukan tinjauan ulang formal, melaui suatu proses semacam audit. Dengan demikian, perusahaan bisa memahami dan menguasai semua faktor yang memiliki pengaruh penting terhadap kegiatan pemasaran.

Alhasil, kegiatan pemasaran ke depannya juga bisa berjalan optimal dan berbagai permasalahan yang mungkin timbul bisa dihindari. Sekali pun ada masalah yang muncul, masalah tersebut bisa dideteksi dengan lebih segera.

Terkait siapa yang melakukan audit, perusahaan dapat mengambil keputusan yang bijaksana, dengan menunjuk manajer perusahaan atau bisa juga menggunakan jasa dari konsultan luar.

Tujuan audit perusahaan adalah untuk menentukan tujuan dan strategi pemasaran suatu perusahaan, oleh karena itu, akan lebih tepat jika format yang dibuat dapat dirumuskan untuk mengorganisasikan temuan-temuan yang didapat.

Salah satu cara mengorganisasikan temuan adalah dalam bentuk analisis SWOT (Strength Weakness, Opportunity, Threat). SWOT adalah ringkasan dari audit yang mencakup kekuatan dan kelemahan internal dalam hubungannya dengan peluang dan ancaman eksternal.

Analisis SWOT dalam hal ini sebaiknya berisi tidak lebih dari empat atau lima halaman komentar yang berfokus pada faktor kunci saja. Analisis dilakukan dengan memaparkan kekuatan dan kelemahan internal pembeda dalam hubungannya dengan peluang dan, ancaman utama dari para pesaing. Selain itu, sejumlah alasan mengapa terjadi kinerja yang baik atau buruk juga disertakan.

Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa melakukan audit pemasaran secara rutin dan menyeluruh dengan menerapkan langkah terstruktur merupakan hal penting dan berguna. Sebab, hal ini dapat memberi suatu perusahaan akan pengetahuan bisnis, trend di pasar, dan di mana nilai tambah yang dimiliki perusahaan pesaing.

Audit menjadi dasar untuk menetapkan tujuan dan strategi. Dengan demikian audit pemasaran sangat penting dan perlu mendapat perhatian dari perusahaan.

Asumsi dalam audit pemasaran

Setiap perusahaan mempunyai penentu utama dalam keberhasilannya, yang harus diasumsikan sebelum proses perencanaan dapat diteruskan. Hal ini merupakan pertanyaan tentang standarisasi lingkungan perencanaan.

Misalnya, bukan hal berguna untuk menerima rencana dari dua manajer produk, ketika satu pihak percaya bahwa pasar akan meningkat 15 %, sementara pihak manajer lain percaya bahwa pasar sedang turun 15 %. Hal ini bersifat kontradiktif dan membingungkan.

Asumsi yang dibuat harus relevan dan sesedikit mungkin jumlahnya. Apabila rencana memungkinkan untuk terlepas dari asumsi-asumsi yang dibuat, maka asumsi tersebut dapat diabaikan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Referensi :

  1. Buchari Alma, Prof. Dr. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : CV. Alfabeta.
  2. H. Ating Tedjasutisna, MBA. 1999. Pemasaran Barang dan Jasa 2A. SMK Bisnis dan Manajemen. Bandung : CV. Amirco