Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Faktor Produksi (Alam, Tenaga Kerja, Modal, Manajerial)

Kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan didukung oleh faktor-faktor produksi. Faktor produksi inilah yang menjadi elemen penting dalam kegiatan produksi. Faktor produksi ada berbagai macam. Secara umum, faktor produksi ini terbagi dalam faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi managerial. Berikut penjelasannya.

Faktor Produksi (Alam, Tenaga Kerja, Modal, Manajerial)

Pengertian Produksi

Pengertian produksi merupakan kegiatan yang dilakukan guna menambah nilai guna suatu barang, sehingga barang tersebut menjadi barang baru dengan nilai guna lebih tinggi atau memiliki value added. Dalam proses produksi, inti kegiatannya adalah adanya penambahan nilai guna dari barang yang diproduksi atau diproses. Penambahan nilai guna dapat berupa:

  • Produksi yang menghasilkan barang dan jasa baru, misalnya dengan menambah jumlah, mengubah bentuk atau memperbesar ukuran.
  • Produksi dengan menambah daya guna barang menjadi lebih bermanfaat. Artinya, barang dan jasa ini sebelumnya telah memiliki manfaat, tapi dikreasikan kembali sehingga terdapat tambahan nilai manfaat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Produksi juga dapat berupa produksi barang dan produksi jasa, dengan karakteristiknya masing -masing. Perbedaan produksi barang dan jasa terutama terletak pada outputnya. Output proses produksi barang secara nyata dapat dilihat dan diraba karena mempunyai bentuk fisik. Contoh produk barang adalah produk garmen, alat masak dan lainnya. Produk tersebut dapat kita sentuh dan lihat.

Sedangkan output produk jasa tidak dapat diraba, melainkan hanya bisa dirasakan manfaat atau hasilnya. Contoh produk jasa adalah apa yang kita terima saat menggunakan jasa tour and travel untuk perjalanan. Dalam perjalanan kita bisa merasakan dan menikmati hasilnya, tetapi kita tidak bisa mengambil produk tertentu. Dalam produksi jasa, proses produksi terjadi bersamaan dengan waktu konsumen mengkonsumsi output.

Tujuan Produksi

Dalam melakukan kegiatan produksi, terdapat tujuan-tujuan produksi, seperti:

  1. Memperbanyak jumlah barang
  2. Menghasilkan barang dan jasa yang memiliki kualitas lebih tinggi
  3. Mengganti barang yang habis atau rusak
  4. Mendapatkan nilai keuntungan
  5. Memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga
  6. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan juga teknologi
  7. Memenuhi kebutuhan pasar internasional
  8. Meningkatkan kesejahteraan atau kemakmuran

Faktor – Faktor Produksi

Dalam kegiatan produksi, dibutuhkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Faktor faktor produksi sangat penting guna menunjang proses produksi. Adapun faktor faktor produksi ini ada beberapa macam, meliputi faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi keahlian manajerial.

Berikut adalah penjelasan faktor-faktor produksi yang ada.

#1 Faktor Produksi Alam

Faktor produksi alam merupakan faktor penunjang dari kegiatan produksi yang tersedia di alam. Faktor alam ini di dalamnya ada faktor tanah, air, hasil hutan, lautan, hasil laut, dan sebagainya. Barang -barang ini dapat memberi nilai tambah dari suatu barang atau jasa sehingga dapat disebut sebagai faktor produksi.

Contoh penggunaan faktor produksi alam, misalnya dalam proses produksi padi. Kita akan membutuhkan peran faktor produksi alam berupa tanah, air hujan, iklim dan sebagainya. Tanah yang subur mendukung pertumbuhan padi sehingga tumbuh dengan baik. Air hujan dan iklim juga berperan mendukung pertumbuhan padi agar optimal, dan bisa dimanfaatkan.

#2 Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia atau yang juga dikenal sebagai Sumber Daya Manusia (SDM). Tenaga kerja berperan penting dalam menjalankan berbagai kegiatan produksi karena menjadi pelaku utama yang menghubungkan berbagai faktor produksi yang ada.

Faktor produksi tenaga kerja masih dibedakan lagi dalam dua katogori, yakni tenaga kerja berdasarkan kualitas dan tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaan. Berikut penjelasannya.

Tenaga kerja berdasarkan kualitasnya, terdiri dari:

Tenaga kerja terdidik yang membutuhkan pendidikan formal, contohnya adalah pengacara, notaris, arsitek, dokter, guru, dan sejenisnya. Mereka harus memiliki bukti pendidikan formal untuk bisa menjalankan profesinya.

Tenaga kerja terampil yang membutuhkan pengalaman dan keahlian tertentu, seperti contohnya penjahit, sopir, tukang kayu, montir dan lain sejenisnya. Mereka perlu memiliki pengalaman, tapi tidak harus tersertifikasi atau menerima pendidikan forma untuk bisa mengelola faktor produksi.

Tenaga kerja kasar yang tidak membutuhkan pendidikan atau pun pengalaman atau pelatihan secara khusus, seperti contohnya adalah SDM berupa kuli angkut, tukang becak,tukang kebun, tukang cuci dan lain sejenisnya. Mereka bisa bekerja tanpa memiliki pendidikan atau keterampilan khusus.

Tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaannya, terdiri dari :

Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang bekerja dengan mengandalkan tenaga, contohnya adalah kuli bangunan, kuli angkut, tukang cuci, pertugas kebersihan, dan lain sejenisnya.

Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang mengandalkan pikiran dan perasaan, contohnya psikolog, seniman, guru dan lain sejenisnya.

Perlu diketahui bahwa faktor produksi tenaga kerja dan faktor produksi alam termasuk faktor produksi asli. Faktor produksi asli berarit faktor produksi yang hanya dengannya, sudah bisa menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya meski masih dengan hasil sedikit.

Seiring dengan perkembangan zaman, lahirnya ilmu dan teknologi. Ilmu dan teknologi yang berkembang pesat membuat kebutuhan hidup manusia juga ikut berkembang. Manusia kemudian dituntut untuk dapat memproduksi berbagai hal yang dapat digunakan dalam kehidupannya, dengan hasil yang lebih baik, dari segi kualitas maupun kuantitas.

Kondisi ini membuat manusia semakin membutuhkan faktor produksi lain, selain faktor produksi asli. Faktor produksi tersebut adalah faktor produksi modal dan keahlian manajerial. Kedua faktor produksi ini adalah faktor produksi turunan.

#3 Faktor Produksi Modal

Faktor produksi modal memegang peran penting dalam menunjang kelancaran proses produksi. Faktor produksi modal dibagi berdasarkan asal, bentuk dan sifatnya, seperti berikut.

Modal menurut asalnya, terdiri dari :

Modal sendiri, adalah modal yang asalnya dari perusahaan sendiri, seperti contohnya modal setoran dari sang pemilik perusahaan

Modal asing, merupakan modal yang asalnya dari perolehan pinjaman pihak lain, yang bukan pemilik perusahaan.

Modal menurut bentuknya, terdiri dari :

Modal konkrit atau nyata adalah modal berbentuk mesin, peralatan produksi, alat transportasi, dan sejenisnya.

Modal abstrak atau tidak nyata yang berupa nama baik, merk dagang, hak paten, dan lain sebagainya.

Modal menurut sifatnya, terdiri dari :

Modal tetap, adalah modal yang bisa digunakan secara berulang -ulang dalam jangka waktu lama atau lebih dari satu kali proses produksi. Contoh modal tetap adalah gedung, peralatan produksi, tanah, dan lainnya.

Modal lancar, merupakan modal yang penggunaannya hanya bisa dipakai satu kali proses produksi saja. Contohnya, solar, bensin, benang, bahan baku proses produksi, dan lainnya.

# 4 Faktor Produksi Keahlian Manajerial

Faktor produksi keahlian manajerial ini adalah kemampuan dalam mengelola dan mengorganisis berbagai faktor produksi sehingga proses produksi yang berlangsung dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Faktor produksi keahlian manajerial disebut juga sebagai faktor produksi kewirausahaan atau entrepreneurship. Faktor produksi kewirausahaan ini membutuhkan beberapa keahlian, meliputi :

  • Manajerial skill, yakni suatu kemampuan dalam mengorganisasikan seluruh faktor produksi yang ada dengan menggunakan cara -cara yang tepat sehingga dapat diperoleh hasil maksimal.
  • Technical skill, yakni suatu keahlian yang sifatnya teknis dalam pelaksanaan proses produksi sehingga proses produksi tersebut bisa berjalan dengan baik.
  • Organizational skill, yakni suatu keahlian dalam memimpin berbagai jenis usaha atau organisasi sehingga usaha atau organisasi yang dipimpinnya tersebut bisa berjalan dengan baik.

Demikian penjelasan mengenai faktor-faktor produksi yang ada, mneliputi faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi managerial. 

Referensi :

  1. Boedino. 1986. Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE.
  2. Sukwiaty, dkk. 2007. Ekonomi. Surabaya : Yudhistira.