Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Segmentasi Pasar: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Syarat Segmentasi Pasar sebagai Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran membutuhkan banyak ide dan kreativitas. Untuk mendukung suskesnya strategi pemasaran yang dijalankan, salah satu hal penting untuk dilakukan adalah melakukan segmentasi pasar. Apa itu segmentasi pasar?

Segmentasi pasar menjadi salah satu instrumen yang sangat penting dalam pemasaran karena sangat berpengaruh terhadap penjualan dan laba, dalam implementasi strategi pemasaran.

Segmentasi Pasar: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Syarat Segmentasi Pasar sebagai Strategi Pemasaran

Pengertian Segmentasi Pasar

Apa itu segmentasi pasar? Pengertian segmentasi pasar adalah pembagian pasar yang sifatnya heterogen ke dalam satuan – satuan pembeli yang bersifat homogen, sehingga setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dapat menjadi sasaran pasar untuk dicapai dengan strategi marketing mix yang khusus dan sesuai.

Berarti, pasar awalnya adalah satu kesatuan yang sifatnya sangat luas dan beragam. Lalu, pasar yang luas ini dibagi -bagi atau disegmentasikan oleh pemasar. Pemasar dapat membagi pasar menjadi beberapa bagian pasar dengan indikator tertentu, sehingga memiliki sifat homogen. Jadi, homogenitas pasar atau pembagian segmen pasar ini bisa beragam, tergantung dari kebutuhan atau kepentingan pihak pemasar.

Segmentasi pasar sebagai strategi pemasaran perusahaan ini bukan sekedar membedakan produk atau menciptakan produk baru (product diversification). Segmentasi pasar menjadi dasar dari perbedaan minat dan kebutuhan konsumen, sehingga perusahaan bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan satu segmen yang telah ditetapkan.

Segmentasi pasar berargumentasi bahwa para konsumen atau para pembeli dalam segmen yang telah ditentukan berperan penting dalam upaya meningkatkan pemasaran produk perusahaan secara terarah. Selain itu, sumber daya perusahaan dapat dipergunakan secara lebih efektif dan efisien karena dapat fokus menggarap satu segmen yang sifatnya lebih homogen.

Maksud dan Tujuan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar memiliki manfaat besar bagi perusahaan dalam membantu pemasaran. Lebih jelasnya, maksud dan tujuan segmentasi pasar, sebagai berikut :

1. Pasar lebih mudah dibedakan

Manusia adalah konsumen yang merupakan makhluk unik dan menarik, dengan selera dan ketertarikan  terhadap produk yang selalu berkembang secara terus menerus. Ini membuat satu perusahaan akan sangat sulit untuk dapat memenuhi seluruh keinginan konsumen.

Untuk memudahkan pemenuhan keinginan konsumen, perusahaan dapat memilih sekelompok konsumen yang sifatnya homogen, sehingga lebih mudah dipahami dan dipenuhi seleranya. Artinya, satu pasar dengan kelompok pasar yang lain dapat lebih mudah dibedakan.

2. Pelayanan kepada pembeli yang lebih baik

Segmentasi pasar bermanfaat agar perusahaan dapat memberi pelayanan spesifik yang mengarah pada kebutuhan dan keinginan pasarnya. Untuk memenuhi kebutuhannya, konsumen biasanya menginginkan banyak hal, seperti: kualitas barang yang bagus, harga terjangkau, pelayanan yang baik dan memuaskan, juga ketepatan waktu.

Keinginan konsumen ini harus dipahami perusahaan dengan baik, terutama keinginan dominannya, semisal soal pelayanan. Masalah pelayanan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, sehingga patut dipertimbangkan dengan matang. Misalnya saja pelayanan penyediaan fasilitas layanan antar gratis, lahan parkir luas dan gratis dan lainnya.

Perusahaan yang dapat memahami keinginan konsumen dengan baik pada segmen yang dituju, dapat memberikan pelayanan yang juga lebih baik.

3. Strategi pemasaran yang lebih mengarah

Perusahaan mungkin kesulitan untuk melayani konsumen yang sifatnya heterogen dan luas. Melalui segmentasi pasar, perusahaan bisa lebih fokus melayani konsumen dengan sifatnya yang homogen, atau memiliki ketertarikan yang seragam. Ini membantu pelaksanaan strategi pemasaran yang direncanakan dapat lebih mengarah.

Perusahaan dapat lebih mudah menyusun marketing mix yang meliputi perencanaan produk, harga, distribusi dan promosi dengan lebih spesifik dan terarah. Segmentasi pasar juga membantu pihak manajemen dalam mengarahkan dana dan usaha ke arah pasar yang dianggap paling potensial dan menguntungkan.

Sasaran pesar yang jelas dapat membuat perencanaan produk bisa lebih fokus memenuhi permintaan pasar. Cara-cara promosi yang dilakukan juga bisa lebih sesuai dan lebih mudah ditentukan.

Manfaat Sementasi Pasar

Melakukan segmentasi pasar, dapat membuat perusahaan medapatkan banyak manfaat, seperti:

  1. Perusahaan dapat menerapkan gagasan pemasaran dengan lebih jelas.
  2. Perusahaan akan dapat mengatur produknya dengan lebih baik.
  3. Perusahaan dapat menemukan dan membandingkan kesempatan pasar.
  4. Perusahaan dapat mengelompokkan budget yang dimiliki secara tepat.
  5. Perusahaan dapat menciptakan daya tarik di bidang pemasaran.
  6. Perusahaan akan berada pada posisi yang lebih baik.

Syarat Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar sebagai strategi pemasaran memang dapat ditentukan oleh perusahaan secara fleksibel. Jadi, bebas bagi perusahaan untuk menentukan indikator dalam segmen pasarnya. Tetapi, proses penentuan indikator ini pun juga tidak bisa sembarangan. Segmentasi pasar yang dilakukan harus dapat berjalan efektif dan efisien, dengan jalan memenuhi syarat segmentasi pasar, yakni:

1. Harus Dapat Diukur (Measurable)

Segmentasi pasar harus dapat diukur (measurable), dalam besaran maupun luasnya, serta daya beli segmen pasar tersebut. Contoh, segmentasi pasar yang dapat diukur adalah seorang konsumen yang membeli produk fashion atas dasar desain atau modelnya.

2. Harus Dapat Dilaksanakan (Actionable)

Segmentasi pasar harus dapat dilaksanakan. Berarti semua program pemasaran yang disusun dapat dilaksanakan serta dapat melayani segmen pasar yang dipilih secara efektif dan efisien.

3. Harus Dapat Dicapai (Accessible)

Segmentasi pasar harus dapat dicapai dengan baik, sehingga segmentasi pasar yang dibuat perusahaan bisa menjadi pasar sasaran (target market).

4. Harus Cukup Luas (Substansial)

Segmentasi pasar dapat membuat pasar yang awalnya luas menjadi sempit. Namun, ini tak berarti kelompok pasar tersebut menjadi sangat sempit. Pasar yang homogen tersebut tetap harus cukup luas atau memiliki jumlah cukup untuk bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan secara maksimal, ketika kelompok pasar tersebut dapat dilayani perusahaan.

Dari syarat syarat segmentasi pasar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa persyaratan ini harus dapat membantu perusahaan untuk menilai kelayakan pasar dari produk sehingga dapat disegmentasikan atau tidak.

Pengalihan Pemasaran Massal Menuju Pemasaran Sasaran

Perusahaan perlu untuk mengenali produknya apakah memiliki kemampuan menarik perhatian semua konsumen yang ada. Jumlah konsumen yang begitu banyak dan tersebar di berbagai wilayah dengan selera yang cepat berubah harus diperhatikan, apalagi ketika terdapat pesaing yang banyak, yang juga berusaha menarik minat konsumen dengan produk serupa.

Perusahaan harus dapat menjaga posisi yang paling menguntungkan dalam melayani konsumen dengan cara mengidentifikasikan segmen -segmen yang dianggap paling menarik untuk dilayani secara efektif, dan sesuai karakter perusahaan.

Perusahaan dapat melakukan pengalihan pemasaran massal dan pemasaran produk deferensiasi untuk menuju pemasaran sasaran. Terdapat tahapan pengalihan pemasaran massal menuju ke pemasaran sasaran, yang dilakukan dengan :

1. Pemasaran Massal

Pemasaran massal adalah suatu pemasaran yang ditandai dengan memproduksi, mendistribusikan dan mempromosikan secara massal suatu produk kepada semua konsumen. Produk yang dipasarkan adalah tunggal, dengan harapan produk ini dapat memenuhi semua keinginan konsumen sekaligus menghemat biaya.

Strategi pemasaran massal seperti ini tidak banyak dipakai perusahaan. Beberapa perusahaan yang masih menggunakan pemasaran massal ini umumnya adalah perusahaan dengan konsumen yang terbatas.

2. Pemasaran Produk yang Terdiferensiasi

Dalam pemasaran produk terdiferensiasi, perusahaan dapat mencoba untuk melakukan identifikasi kelompok -kelompok pembeli tertentu. Caranya, perusahaan membagi pasar dalam dua kelompok segmen atau lebih. Masing -masing segmen ditawarkan jenis produk yang berbeda dengan kelompok lain.

Pembeda produk tersebut dapat dalam berbagai bentuk, misalnya saja pada kualitas, warna, ukuran, model, kemasan dan lain sebagainya. Sebagai contoh, air mineral Aqua awalnya hanya memproduksi air mineral yang ditujukan untuk semua kalangan. Saat ini, Aqua melakukan diferensiasi mulai dari kemasan, rasa serta ukuran, sehingga dapat mencapai beberapa segmen pasar.

3. Pemasaran Sasaran

Pada pemasaran sasaran ini, perusahaan akan memusatkan usaha pemasarannya hanya pada satu atau beberapa kelompok semen pasar tertentu saja. Strategi pemasaran sasaran ini dilakukan dengan jalan mengembangkan produk dan pembedanya, sekaligus melakukan bauran produk, harga, distribusi dan promosinya hanya untuk kelompok tertentu.

Kini, strategi pemasaran sasaran banyak dilakukan mengingat tingkat persaingan yang kian tinggi. Kondisi pasar dan konsumen yang begitu kompleks saat ini memang menuntut adanya diferensiasi produk.

Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk adalah salah satu poin penting untuk dilakukan di dalam segmentasi pasar. Philip Kothler, merupakan ahli marketing yang menyatakan bahwa strategi untuk diferensiasi produk ini dapat dilakukan melaui beberapa cara, berupa:

  • Produk, yang dapat mencakup : fitur, spesifikasi, warna, desain, performance dan lainnya.
  • Service, yang dapat mencakup : kecepatan, kemudahan, layanan pesan antar, empati dan lainnya.
  • Saluran distribusi, yang dapat mencakup : bentuk saluran distribusi, keluasan distribusi, kemampuan penjual dan lainnya.
  • Sumber daya manusia, yang dapat mencakup : budaya kerja, skill dan lainnya.
  • Citra perusahaan, yang dapat mencakup : merk, logo, asosiasi karakter dan lainnya.

Ahli marketing lain, Rosabeth Moss Kanter juga memiliki pendapat mengenai upaya diferensiasi produk. Adapun langkah diferensiasi produk menurut Rosabeth Moss Kanter, yakni dilakukan dengan tiga asset utama perusahaan, berupa:

1. Konsep (Concenpt)

Konsep adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan ide dan inovasi melalui upaya inovasi yang berkelanjutan.

2. kompetensi (Competence)

Kompetensi adalah kemampuan dalam melakukan proses pemberian nilai tambah kepada pelanggan dengan menghasilkan standar kompetensi tertentu yang semakin meningkat.

3. Koneksi (Connection)

Koneksi adalah kemampun perusahaan dalam menjalin kerjasama dengan rekanan atau asosiasi.

Dasar Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar dapat dilakukan dengan merujuk pada dasar segmentasi pasar, yang di antaranya dapat meliputi tes dasar demografis, geografis serta psikografis.

1. Demografis

Dasar pengelompokan pasar dari demografis berarti sehubungan dengan faktor kependudukan. Demografi menjadi dasar segmentasi, karena (1) masalah kependudukan mudah diukur, dan (2) kebutuhan para konsumen atau pembeli berhubungan erat dengan variabel-variabel kependudukan.

Bentuk segmentasi yang bisa dilaukan berdasarkan demografis dapat meliputi : jenis kelamin, umur, pendidikan, basarnya anggota keluarga, tipe keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, agama, ras, dan kepemilikan rumah,

2. Geografis

Segmentasi pasar berdasarkan geografis adalah dasar pengelompokan konsumen yang menggunakan aspek geografis seperti tempat, lokasi dan daerah. Dengan demikian segmentasinya dapat dikembangkan menjadi beberapa bagian, seperti wilayah, daerah kepadatan penduduknya, dan iklim.

3. Psikografis

Segmentasi pasar yang dilakukan berdasar psikografis merupakan suatu pengelompokan pasar yang dilakukan dengan dasar ciri -ciri kepribadian. Segmentasi pasar berdasarkan psikografis ini, misalnya: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.

Referensi :

  1. Buchari Alma, Prof. Dr. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : CV. Alfabeta.
  2. Devi Puspitasari. 2008. Penjualan Jilid 3 untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinana Sekolah Menengah Kejuruan.
  3. www.porosilmu.com
  4. www.porosilmu.com