Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Broker, Fungsi, Jenis dan Contoh Broker

Tahukah kami apa itu broker? Istilah broker sering digunakan dalam dunia perekononian, dalam bidang bisnis maupun investasi. 

Secara sederhana, broker dapat diartikan sebagai “perantara”. Perantara atau broker ini biasanya berhubungan dengan kegiatan menjual atau membeli.

Dalam dunia bisnis, broker kadang juga sering disamakan dengan reseller. Reseller adalah pihak perantara yang membeli barang dari distributor serta menyampaikannya kepada konsumen. 

Tapi, perlu diketahui bahwa istilah broker yang akan kita bahas kali ini secara spesifik merujuk pada broker dunia investasi. Sebab, istilah broker mengalami penyempitan makna sehingga kini lebih banyak digunakan sebagai perantara yang bergerak di bidang investasi saja, ketimbang perantara dalam segala kegiatan ekonomi.

Pengertian Broker, Fungsi, Jenis dan Contoh Broker

Pengertian Broker

Dalam dunia investasi, broker juga disebut pialang. Pengertian broker adalah seseorang atau suatu perusahaan yang bertindak sebagai perantara/ mediator/ penghubung dalam transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual.

Di dalam dunia pasar modal atau investasi, pengertian broker juga bisa dipahami sebagai individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara transaksi antara investor (sebagai konsumen) dengan pasar modal.

Broker/ pialang biasanya berada dalam dunia pasar modal karena keberadaannya yang penting dalam pasar modal ini. Sementara dalam pasar perdagangan barang, keberadaan broker atau pialang tidak selalu harus ada. Pada pasar barang, konsumen dapat langsung melakukan transaksi meski tanpa peran broker.

Namun, di dalam perdagangan Pasar Modal dan atau Perdagangan Berjangka, pialang mutlak diperlukan karena tidak sembarang orang dapat secara langsung melakukan transaksi di pasar modal. Dibutuhkan peran broker sehingga terdapat kemudahan bagi orang-orang yang ingin bertransaksi di pasar modal.

Fungsi Broker

Fungsi broker adalah sebagai perantara antara klien/ konsumen dengan pasar/ produsen. Broker juga menjadi pihak yang bertanggung jawab secara penuh untuk menjalankan perintah transaksi yang diberikan investor, baik berupa perintah jual maupun beli.

Di dunia pasar modal, broker juga berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada investor mengenai potensi saham di pasar modal. Rekomendasi yang diberikan broker harus didasarkan pada analisis saham seperti analisis ekonomi dan pasar serta reputasi perusahaan pemilik saham serta informasi lain yang penting dalam transaksi saham.

Rekomendasi diperlukan guna melindungi para investor dari potensi kerugian, serta memberi edukasi bagi para pemula yang belajar dalam dunia investasi. Di pasar modal banyak yang mengandalkan jasa broker untuk membantu analisis pasar modal sebagai dasar penetapan investasi. Sebab, melakukan analisis bukanlah hal mudah, sehingga keberadaan broker akan sangat membantu.

Karena fungsinya yang penting, untuk menjadi broker pun tidak mudah. Hanya broker yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dapat melakukan jual beli sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Hal ini pula yang membuat transaksi di pasar modal harus mengandalkan jasa broker.

Dalam perdagangan saham, investor harus mendaftarkan diri di perusahaan sekuritas agar dapat melakukan investasi di pasar modal. Perusahaan sekuritas ini yang bertindak sebagai broker dalam transaksi saham. Dalam trading forex, broker forex dipegang oleh perusahaan pialang.

Di dunia asuransi, juga membutuhkan broker asuransi. Namun, broker asuransi bukan pilihan wajib untuk menggunakan jasa produk asuransi. Nasabah yang merasa telah mampu memilih asuransi terbaik sesuai kemampuan finansial dan kebutuhannya, dapat langsung menghubungi dan bertransaksi dengan perusahaan asuransi secara mandiri atau tanpa broker.

Keberadaan broker asuransi diperlukan ketika sesorang masih awam dengan produk asuransi serta membutuhkan masukan guna menetapkan produk asuransi yang tepat untuk dirinya. Pada kondisi inilah, broker asuransi dapat berperan membantu memilih produk asuransi yang tepat bagi klien.

Broker yang baik harus dapat memperlakukan pembeli dan penjual dalam posisi yang sama, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak secara optinal.

Jenis – Jenis Broker

Dalam investasi, kita mengenal ada beberapa jenis broker, seperti berikut:

1. Ritel Broker

Ritel broker adalah sebutan bagi individual broker, yakni broker atau pialang yang bekerja untuk melayani kepentingan klien individu saja. Broker ritel dapat merupakan individu atau perusahaan dengan  fokus hanya melayani kepentingan klien individu.

Sektor yang dilayani jenis broker ini dapat berbagai hal, bisa sektor saham, investasi reksadana, properti, asuransi, komoditas, rumah, kendaraan dan lain sebagainya. Broker ritel mendapat keuntungan dari komisi yang diberikan klien, sesuai hasil penjualan maupun pembelian yang dilakukan klien atau investor.

2. Institusional Broker

Broker institusi adalah kebalikan dari broker ritel, yakni hanya bertugas melayani pelanggan yang bersifat institusi/ perusahaan atau Lembaga saja. Contoh institusional broker adalah broker kantor yang hanya melayani perusahaan yang memerlukan kantor. Bisa juga berupa perusahaan broker asuransi yang hanya melayani asuransi khusus karyawan perusahaan.

3. Discount Broker

Discount broker adalah jenis broker atau pialang yang tidak memberi pelayanan lengkap, atau hanya memberi konsultasi saja, tanpa membantu eksekusi. Broker ini hanya bertindak untuk memberi saran, informasi serta hasil analisis, lalu konsumen sendiri harus melanjutkan untuk eksekusi.

4. Full Service Broker

Full service broker adalah kebalikan dari broker diskon, yakni memberi semua layanan kepada konsumen atau investor. Layanan secara menyeluruh ini meliputi pemberian saran hingga tindakan, yang dapat dilakukan oleh full service broker.

Full Service Broker biasanya ada di sektor investasi pasar modal, seperti dalam transaksi saham, reksadana dan asuransi. Broker bertindak sebagai pemberi nasihat, analisis dan pilihan terbaik dari beberapa produk yang dipilih konsumen atau investor.

Memilih pialang jenis ini dianggap sesuai untuk para investor yang tidak mengerti analisis sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian. Hanya saja, memilih pialang ini membutuhkan biaya yang lebih besar daripada broker non full service.

5. Internet (Online) Broker

Broker internet adalah perantara yang memberi layanan dengan memanfaatkan jaringan internet atau online. Pada dasarnya, internet broker sama dengan pialang jenis konvensional. Bedanya terletak apda pelayanannya yang mengandalkan internet.

Di era digital seperti sekarang ini, jenis broker online tumbuh semakin banyak. Para konsumen juga semakin senang memanfaatkan broker online daripada konvensional karena dianggap lebih praktis. Dengan internet, broker dapat dengan mudah dan cepat menyelesaikan semua proses transaksi melalui jaringan online.

Contoh Broker

Ada banyak jenis broker yang biasa berperan dalam dunia bisnis dan investasi. Untuk lebih mengenali broker, berikut adalah contoh-contoh broker:

  • Pialang komoditas, yakni broker yang mengkhususkan diri sebagai perantara dalam perdagangan komoditas.
  • Pialang lantai, yakni broker yang menangani pesanan di lantai bursa atau pertukaran komoditas.
  • Pialang layanan lengkap, yakni broker yang menawarkan layanan pialang dan menjual produk keuangan lain seperti asuransi, perencanaan pajak, atau penelitian yang dilakukan oleh pihak lain.
  • Broker forex, yang khusus melayani perdagangan di pasar forex atau mata uang.
  • Broker saham, yakni broker yang melayani transaksi pasar saham.

Referensi :

  • Chandra, Ellen. 2018. Definisi Pialang Adalah. Diakses dari https://www.finansialku.com/definisi-pialang-adalah/
  • Dzulfikar. 2019. Mengenal Broker dan Perannya bagi Seorang Investor. Diakses dari https://lifepal.co.id/blog/broker/
  • Guru Ekonomi. 2019. Broker : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh Terlengkap. Diakses dari https://sarjanaekonomi.co.id/broker/
  • Ubay. 2019. Broker Adalah : Fungsi, Jenis, Gaji dan Tugas Broker. Diakses dari https://adalah.co.id/broker/