Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Saham dan Jenis Jenis Saham

Saham adalah salah satu instrumen keuangan menarik yang berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi. Karenanya, tak heran banyak orang yang belajar tentang saham dan seluk beluknya. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar saham, artikel ini akan memberikan ulasan terkait pengertian saham dan jenis jenis saham untuk menambah wawasan Anda.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Pengertian saham (stock) merupakan suatu tanda penyertaan modal dari satu pihak di dalam perusahaan atau perseroan terbatas. Penyertaan modal membuat pihak tersebut mempunyai hak atas klaim pendapatan yang diperoleh perusahaan, hak atas klaim asset perusahaan serta hak hadir dalam rapat umum pemegang saham.

Pengertian saham menurut para ahli dapat membantu kita lebih memahami apa itu saham. Simak pengertian berikut:

  • Pengertian saham menurut Mishkin (2001), “suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan aset sebuah perusahaan”.
  • Pengertian saham menurut Widoatmodjo (2005:54), “tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.”
  • Pengertian saham menurut Gitman (2005), “bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan.”
  • Pengertian saham menurut Sapto (2006:31), “Surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Sedangkan menurut istilah umumnya, saham merupakan bukti penyertaan modal dalam suatu kepemilikan saham perusahaan”.
  • Pengertian saham menurut Samsul (2006:45), “tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder).”
  • Pengertian saham menurut Rusdin (2008:68), “sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan”.
  • Pengertian saham menurut Husnan Suad (2008:29), “secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya”.
  • Pengertian saham menurut Fahmi (2012:81), “salah satu instrument pasar modal yang paling banyak diminati oleh investor, karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang telah dijelaskan kepada setiap pemegangnya”.
  • Pengertian saham menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:5), "tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut”.

Dari berbagai pengertian saham menurut para ahli di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa saham adalah surat bukti sebagai tanda kepemilikan suatu perusahaan, yang di dalamnya tercantum nilai nominal, nama perusahaan, serta hak dan kewajiban bagi para pemegangnya.

Saham memiliki Harga Saham, yang merupakan harga penutupan pasar saham selama periode pengamatan bagi masing-masing jenis saham sebagai sampel. Pergerakan harga saham selalu diamati para investor untuk melihat nilai kepemilikan saham mereka.

Dalam manajemen keuangan, saham menjadi salah satu alternatif untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pemaksimalan nilai perusahaan. Suatu perusahaan yang telah go public, atau telah dijual sahamnya di pasar terbuka, akan berpeluang dalam mengoptimalkan nilai pasar harga saham dari perusahaan tersebut.

Manajemen keuangan juga menjadi dasar yang mempengaruhi para pengambil keputusan di perusahaan, untuk memaksimalkan kekayaan para pemegang saham, sehingga harga saham dapat meningkat dari waktu ke waktu.

Jenis – Jenis Saham

Jenis jenis saham yang dikenal di masyarakat dapat ditinjau dari beberapa aspek. 

Jenis saham dilihat dari kemampuan dalam hak tagih atau klaim:

  1. Saham biasa (common stock), merupakan saham yang menempatkan pemilik di urutan terakhir dalam pembagian dividen, sereta hak atas harta kekayaan perusahaan ketika perusahaan harus dilikuidasi.
  2. Saham preferen (preferred stock), merupakan jenis saham yang karakteristiknya gabungan dari obligasi dan saham biasa. Jenis saham ini bisa memberikan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak menghasilkan seperti dikehendaki oleh investor.

Jenis saham yang dilihat dari cara pemeliharaannya:

  1. Saham atas unjuk (bearer stock), merupakan jenis saham yang tidak tertulis nama pemiliknya, sehingga saham ini mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain.
  2. Saham atas nama (registered stock), merupakan jenis saham yang dituliskan nama pemiliknya secara jelas, sehingga cara peralihan saham ini harus melewati prosedur tertentu.

Jenis saham dilihat dari kinerja perdagangannya:

  1. Saham unggulan (blue-chip stock), merupakan jneis saham biasa yang dimiliki suatu perusahaan dengan reputasi tinggi, sebagai leader dalam industri sejenis, sehingga perusahaan ini mempunyai pendapatan stabil dan konsisten membayar dividen bagi para pemegang sahamnya.
  2. Saham pendapatan (income stock), merupakan jenis saham biasa suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen yang lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan di tahun sebelumnya.
  3. Saham pertumbuhan (growth stock-well known), merupakan jenis saham dari emiten dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader pada industri sejenis yang memiliki reputasi tinggi. Ada juga growth stock lesser known, yang merupakan saham dari emiten yang bukan leader dalam industri sejenis, tapi mempunyai ciri growth stock.
  4. Saham spekulatif (spekulative stock), merupakan saham dari perusahaan yang tidak bisa memperoleh penghasilan tinggi secara konsisten di masa yang akan datang, sekalipun belum pasti.
  5. Saham sklikal (counter cyclical stock), merupakan saham yang tidak terpengaruh kondisi ekonomi makro ataupun situasi bisnis yang terjadi secara umum di pasaran.

Referensi:

  • Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. (2012). Pasar Modal di Indonesia. Edisi. Ketiga. Jakarta : Salemba Empat.
  • Fahmi, Irham. (2012). Pengantar Pasar Modal. Edisi 1. Alfabeta. Bandung.
  • Gitman, Lawrence and Joehnk. (2005). Principal of Managerial Finance. 11th edition. United States; Pearson.
  • Husnan, Suad. (2008). Manajemen Keuangan : Teori dan Penerapan Buku 1. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta.
  • Mishkin. 2001. The Economic of Money Banking and Financial Markets. Sixth Edition. Jakarta: Salemba Empat.
  • Rahardjo, Sapto. (2006). Kiat Membangun Aset Kekayaan (Panduan Investasi Saham). Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  • Rusdin. (2008). Pasar Modal Cetakan Kedua. Bandung” Alfabeta.